Turki selalu memiliki daya tarik yang magis bagi para pelancong dunia, khususnya bagi umat Muslim yang mendambakan perjalanan wisata islami turki. Negara yang menjadi jembatan antara benua Asia dan Eropa ini menyimpan saksi bisu kemegahan peradaban Islam masa lalu yang berpadu indah dengan modernitas.
Salah satu ikon yang paling memikat hati dan tidak pernah absen dari daftar kunjungan adalah Masjid Sultan Ahmed, atau yang lebih populer di telinga dunia dengan sebutan Blue Mosque Turki.
Bagi kamu yang berencana mengambil program umroh plus turki, mengunjungi masjid legendaris ini bukan sekadar aktivitas berfoto biasa. Memahami sejarah dan keunikan arsitekturnya akan membuat momen langkah kakimu di sana terasa jauh lebih syahdu dan bermakna. Yuk, kita selami lebih dalam fakta unik dan sejarah hebat di balik megahnya bangunan ini!
1. Rahasia di Balik Julukan "Masjid Biru"
Saat pertama kali melihat bangunan luar masjid ini, kamu mungkin akan mendapati dinding batunya yang megah cenderung berwarna abu-abu dominan. Lalu, dari mana asal-usul nama "Blue Mosque"?
Rahasia aslinya baru akan terungkap begitu kamu melangkah masuk ke bagian interiornya. Langit-langit dan dinding bagian dalam masjid ini dihiasi oleh lebih dari 20.000 keping keramik Iznik buatan tangan dengan motif daun, tulip, dan bunga yang didominasi oleh warna biru tua, biru muda, dan pirus. Ketika cahaya matahari menembus ratusan jendela kaca patri di dalamnya, interior masjid akan memancarkan kilau kebiruan yang sangat indah dan menenangkan jiwa.
2. Kisah Unik di Balik 6 Menara yang Megah
Pada abad ke-17, ketika Sultan Ahmed I memerintahkan pembangunan masjid ini, terjadi sebuah kesalahpahaman yang berujung ikonik. Sang Sultan meminta arsiteknya, Sedefkar Mehmed Agha, untuk membangun menara masjid dari emas (altin dalam bahasa Turki). Namun, sang arsitek salah mendengar kata tersebut sebagai alti, yang berarti "enam".
Alhasil, dibangunlah masjid megah dengan 6 menara berdiri tegak. Pada masa itu, jumlah 6 menara sempat memicu kontroversi karena menyamai jumlah menara Masjidil Haram di Makkah. Sebagai bentuk penghormatan dan kerendahan hati, Sultan Ahmed I akhirnya membiayai pembangunan menara ketujuh di Masjidil Haram agar tetap menjadi yang paling utama.
3. Simbol Kerendahan Hati Seorang Penguasa
Jika kamu memperhatikan area gerbang barat masjid (pintu masuk yang dulu khusus digunakan oleh Sultan), terdapat sebuah rantai besi berat yang dipasang menggantung dengan posisi yang cukup rendah.
Rantai ini sengaja dipasang agar setiap kali Sultan memasuki halaman masjid dengan menunggangi kudanya, beliau harus menundukkan kepalanya dalam-dalam. Aturan fisik ini dibuat sebagai simbol pengingat bahwa sekaya dan sekuat apa pun seorang penguasa di dunia, posisinya tetaplah kecil dan harus tunduk di hadapan keagungan Allah SWT.
4. Berdiri Anggun Berhadapan dengan Hagia Sophia
Sisi menarik lainnya dari Blue Mosque Turki adalah letak geografisnya yang sangat strategis di kawasan tertua Istanbul. Masjid ini dibangun tepat berhadapan dengan Hagia Sophia, sebuah mahakarya arsitektur yang memiliki sejarah panjang perpindahan fungsi dari gereja katedral, masjid, museum, hingga kembali menjadi masjid aktif saat ini. Berdiri di antara halaman kedua bangunan ini akan membuat kamu merasakan sensasi berada di tengah-tengah lorong waktu sejarah peradaban dunia yang luar biasa.
5. Destinasi yang Hidup: Wisata Sekaligus Tempat Bersujud
Meskipun menjadi magnet utama wisata islami turki yang dikunjungi oleh jutaan turis internasional setiap tahunnya, Blue Mosque tidak pernah kehilangan fungsi utamanya. Masjid agung ini tetap aktif digunakan sebagai tempat ibadah shalat lima waktu oleh warga lokal maupun musafir. Merasakan pengalaman bersujud dan shalat berjamaah di atas karpet merahnya yang lembut, di bawah naungan kubah raksasa abad pertengahan, akan menjadi memori spiritual yang tidak akan terlupakan seumur hidup.
Rasakan Sendiri Pengalaman Spiritual Terbaik di Turki
Membayangkan keindahannya lewat tulisan tentu tidak akan pernah cukup. Keagungan gema adzan yang bersahutan di langit Istanbul, aroma sejarah yang pekat, serta detail arsitektur dinasti Ottoman harus kamu saksikan dan rasakan sendiri secara langsung.
Menggabungkan ibadah umroh yang khusyuk di Makkah-Madinah dengan ziarah sejarah yang kaya di Istanbul adalah formula liburan keluarga yang paling sempurna. Perjalanan ini tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi juga mempertebal iman dan memperluas wawasan keislaman seluruh anggota keluarga.
Agar perjalanan lintas negaramu terencana dengan matang, aman, nyaman, dan dipandu oleh tour leader serta muthawif yang berkompeten, pilihlah mitra travel tepercaya yang mengutamakan kualitas pelayanan.
Lihat program Umroh Plus Turki terbaru bersama Adhiya Travel sekarang!